Kupang, Ntt-news.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Salah satu agenda utama yang akan digelar adalah Pameran Pembangunan pada 10–20 Agustus 2026.
Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi NTT menggelar rapat koordinasi perdana pada Rabu (29/7/2026). Rapat tersebut dihadiri Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Kominfo NTT Nini Kiak, Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT France A. Tiran, Pranata Humas Ahli Muda Dinas Kominfo NTT Ita Kana, serta perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT dan Komisi Informasi Publik (KIP) NTT.
Dalam arahannya, Nini Kiak menegaskan pentingnya dokumentasi dan publikasi selama rangkaian kegiatan HUT RI berlangsung.
“Publikasi menjadi media untuk menyampaikan berbagai capaian pembangunan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi publik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan tugas di bidang dokumentasi dan publikasi masih menghadapi tantangan karena hingga kini belum tersedia anggaran khusus untuk mendukung kegiatan tersebut.
Sementara itu, France A. Tiran menjelaskan bahwa Pameran Pembangunan akan melibatkan sekitar 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sekitar 100 stan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pemerintah.
“Panitia juga sedang menghimpun data capaian pembangunan dari seluruh OPD yang berkaitan dengan pelaksanaan Dasa Cita dan tujuh pilar pembangunan. Data tersebut akan menjadi bahan pidato Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta dimuat dalam buku pedoman kegiatan HUT RI,” jelasnya.
Selain pameran, rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di Provinsi NTT akan diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya tabur bunga dan apel kehormatan di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka, upacara detik-detik Proklamasi di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, penyerahan remisi bagi warga binaan lembaga pemasyarakatan, upacara penurunan bendera, hingga resepsi kenegaraan pada malam hari. Untuk efisiensi pelaksanaan, pawai pembangunan dan karnaval direncanakan digabung menjadi satu kegiatan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta rapat dari kalangan media menyampaikan masukan terkait belum dialokasikannya anggaran khusus untuk publikasi media. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap peran media massa dalam mendukung penyebarluasan informasi kegiatan HUT RI.
Menanggapi hal tersebut, France A. Tiran, Nini Kiak, dan Ita Kana menyatakan belum memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan terkait penganggaran.
“Aspirasi yang disampaikan akan kami teruskan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya***
