BPJN NTT Sebut Kerusakan Jembatan Mamlasi Akibat Pergerakan Tanah, Penyebab Masih Berdasarkan Pengamatan Internal

Jembatan Mamlasi di Desa Netemnanu Kabupaten Kupang

NTT-News.com, Kupang – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Kasatker PJN II, Fahrudin, menyatakan kerusakan yang terjadi pada Jembatan Mamlasi di Desa Netemnanu, Kabupaten Kupang, disebabkan oleh pergerakan tanah pada bagian abutmen 2.

Menurut Fahrudin, kerusakan diawali dengan terjadinya pergerakan tanah yang mengakibatkan badan jalan mengalami patahan. Pergerakan tersebut kemudian berdampak pada struktur jembatan, termasuk munculnya retakan pada tiang jembatan yang dikhawatirkan dapat memperparah kondisi konstruksi apabila tidak segera ditangani.

Sebagai langkah penanganan sementara, BPJN NTT telah membangun jembatan alternatif di sekitar lokasi agar arus lalu lintas tetap dapat berjalan. Selain itu, saat ini sedang dilakukan pemasangan tulangan atau baja penahan di antara dua abutmen guna mengurangi risiko pergeseran struktur apabila kembali terjadi pergerakan tanah.

BPJN juga tengah mempersiapkan pekerjaan injeksi epoksi pada retakan tiang jembatan sebagai upaya memperkuat struktur yang mengalami kerusakan.

Fahrudin mengakui berdasarkan papan informasi proyek, Jembatan Mamlasi dibangun pada tahun 2011 oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Ia menambahkan, pada tahun ini BPJN sedang menyusun perencanaan ulang sebagai dasar usulan penanganan permanen kepada pemerintah pusat. Rencana tersebut meliputi penyelidikan kondisi tanah, pengukuran kedalaman lapisan yang dianggap tidak stabil, hingga alternatif penanganan seperti pemasangan bore pile maupun penggunaan geotekstil untuk memperkuat fondasi.

Menurut Fahrudin, berdasarkan hasil pengamatan internal BPJN, kerusakan yang terjadi murni dipicu oleh pergerakan tanah.

Meski demikian, penjelasan tersebut masih merupakan klaim dari pihak BPJN yang didasarkan pada hasil pengamatan internal dan belum disertai hasil investigasi teknis maupun penelitian geoteknik yang komprehensif dari lembaga independen.

Karena itu, penyebab utama kerusakan Jembatan Mamlasi masih memerlukan pembuktian melalui kajian teknis yang mendalam agar dapat dipastikan apakah kerusakan semata-mata disebabkan oleh faktor geologi, atau terdapat faktor lain seperti perencanaan, desain, pelaksanaan konstruksi, maupun kualitas pekerjaan yang turut berkontribusi. ***