NTT-News.com, KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melontarkan pesan tegas kepada para kepala sekolah SMP/MTs di Kota Kupang. Kepala sekolah diminta tidak hanya sibuk dengan urusan administrasi, tetapi harus tampil sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata di sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Christian saat melantik Badan Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Kupang periode 2026–2030 di Aula Hotel Sahid T-More Kupang, Senin (5/10/2026).
Menurut Christian, jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang selalu berjalan bersama tanggung jawab. Karena itu, semakin besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan sekolah berjalan dengan baik.
“Tidak pernah ada rumus di mana jabatan meninggi, namun tanggung jawab mengecil,” tegas Christian.
Ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak membangun budaya saling menyalahkan ketika terjadi persoalan di sekolah.
Bagi Christian, pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang sibuk mencari siapa yang salah, tetapi pemimpin yang berani mengevaluasi, memperbaiki sistem dan memastikan persoalan yang sama tidak kembali terjadi.
“Good leader never plays the blame game,” ujarnya.
Christian juga meminta MKKS tidak sekadar menjadi forum pertemuan atau urusan administratif kepala sekolah. MKKS harus menjadi ruang untuk bertukar gagasan, menyampaikan persoalan di lapangan, berbagi pengalaman dan bersama-sama mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menegaskan kepala sekolah merupakan ujung tombak pemerintah dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang berkualitas.
“Setiap kewenangan harus dimaknai sebagai sarana untuk melayani,” katanya, sejalan dengan prinsip pemerintahan yang diusungnya, “To Govern Is To Serve” atau memerintah adalah melayani.
Lebih jauh, Christian menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya jalan, gedung atau infrastruktur yang dibangun. Hal yang jauh lebih penting adalah kualitas manusia yang lahir dari proses pembangunan tersebut.
Karena itu, ia meminta sekolah berani meninggalkan pola-pola lama yang sudah tidak relevan.
“Kita tidak bisa mengharapkan hasil yang berbeda jika terus melakukan cara yang sama,” tegasnya.
Menurut Christian, sekolah tidak boleh hanya mengejar nilai akademik. Sekolah harus menjadi tempat yang mampu menjaga mimpi dan cita-cita anak-anak agar tetap hidup hingga mereka tumbuh menjadi generasi masa depan.
Dari ruang-ruang kelas di Kota Kupang, kata dia, akan lahir calon ilmuwan, dokter, pengusaha, profesional hingga pemimpin masa depan.
Sementara itu, Ketua MKKS SMP/MTs Kota Kupang periode 2026–2030, Otniel Te Lena, mengatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar sekolah.
MKKS juga akan mendorong berbagai program peningkatan mutu pendidikan, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, serta workshop, seminar, studi tiru dan pengembangan kapasitas kepala sekolah.
Dengan sekitar 68 SMP yang tergabung dalam forum MKKS, kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi benar-benar menjadi mesin kolaborasi untuk mendorong kemajuan pendidikan di Kota Kupang. (*/rls)
