News  

33 Tahun Membina Generasi Muda, Bukit Kasih Ministry NTT Jangkau 2.117 Mahasiswa

Ribuan mahasiswa yang mengikuti kegiatan

NTT-News.com, Kupang – Bukit Kasih Ministry NTT berhasil menjangkau 2.117 mahasiswa melalui kegiatan Ceramah Revolusioner 2026 yang dilaksanakan dalam lima gelombang pada September hingga Oktober 2026.

Mengusung tema “Strategi Belajar dan Hidup di Perguruan Tinggi”, kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang dan sekitarnya. Dari 2.814 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 2.117 peserta hadir mengikuti kegiatan pada 20 dan 27 September serta 11, 18, dan 25 Oktober 2026.

Pelayanan Bukit Kasih Ministry NTT sendiri telah berlangsung selama kurang lebih 33 tahun sejak didirikan pada 1993 oleh almarhum Pdt. Jasamen Sipayung, S.H., LL.M., bersama Pdt. Nurma Naibaho, S.H.

Pelayanan ini berawal dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan pergaulan di kalangan mahasiswa yang dinilai dapat menghambat pendidikan dan masa depan generasi muda.

Pendiri sekaligus pembicara Ceramah Revolusioner, Pdt. Nurma Naibaho, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya preventif untuk membantu mahasiswa menjaga diri dari pergaulan negatif dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.

“Banyak mahasiswa yang mengalami drop out atau terlambat menyelesaikan kuliah hingga 14 semester karena pergaulan buruk selama berkuliah di Kota Kupang. Oleh karena itu, setidaknya ada usaha preventif dari kami,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, mahasiswa diajak membangun komunitas rohani yang positif, belajar dengan sungguh-sungguh, menghindari kebiasaan menunda tugas, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta mengingat pengorbanan orang tua.

Selain pembinaan moral dan rohani, peserta juga mendapatkan materi tentang strategi belajar efektif, persiapan ujian, teknik membaca cepat, dan cara mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan.

Ketua Pelaksana Ceramah Revolusioner 2026, Yosafat Sipayung, S.H., mengatakan jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah pelayanan tersebut.

Menurutnya, pencapaian itu tidak terlepas dari kerja 16 orang tim perekrut dan 40 relawan yang terlibat dalam sosialisasi serta perekrutan peserta.

“Di luar ekspektasi. Semuanya ini semata-mata karena anugerah Tuhan. Kalau dengan kekuatan manusia, ini tidak dapat terjadi. Semoga melalui kegiatan ini membawa berkat dan dampak bagi banyak orang,” ungkap Yosafat.

Setiap peserta juga menerima sertifikat, makanan ringan, minuman, dan buku Pesan Moral: Bahaya Pergaulan Bebas, Free Sex, HIV/AIDS, Sunat Sifon, dan Lain-lain.

Melalui kegiatan ini, Bukit Kasih Ministry NTT berharap mahasiswa semakin mampu membangun karakter, menjaga pergaulan, bertumbuh dalam iman, dan menyelesaikan pendidikan secara bertanggung jawab. ***