PPK Akui Tiang Jembatan Mamlasi Retak, Muncul Pertanyaan soal Mutu Konstruksi dan Pelaksana Proyek 2011

Jembatan Mamlasi di Desa Netemnanu Kabupaten Kupang

NTT-News.com, Kupang – Kerusakan pada Jembatan Mamlasi di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, kembali menjadi sorotan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 24 BPJN NTT, Nirmala, mengakui bahwa telah terjadi kerusakan pada bagian tiang (abutment) jembatan akibat pergerakan tanah yang terjadi secara berkala.

Menurut Nirmala, di sekitar lokasi jembatan terdapat patahan tanah yang setiap tahun mengalami pergeseran dalam skala kecil. Kondisi tersebut disebut menjadi penyebab munculnya retakan pada struktur penyangga jembatan.

Ia menjelaskan bahwa kerusakan tersebut sudah terjadi sejak masa pemeliharaan berakhir. BPJN NTT, katanya, setiap tahun telah mengusulkan penanganan permanen kepada Kementerian PUPR. Namun, yang disetujui hanya anggaran preservasi atau penanganan sementara (holding).

Saat ini, penanganan dilakukan melalui paket preservasi jalan yang didanai APBN dengan nilai lebih dari Rp14 miliar. Paket tersebut dikerjakan oleh PT SRT pada ruas Wini–Oepoli.

Nirmala juga meluruskan informasi yang beredar mengenai proyek sebelumnya. Ia menyatakan bahwa pekerjaan jalan yang kerap mengalami kerusakan bukan dikerjakan oleh PT Naviri Konstruksi, melainkan oleh PT TBA dalam ruas jalan Noelelo-Oenaek.

Sementara itu, Jembatan Mamlasi dibangun pada tahun 2011 ketika masih menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, sebelum ruas tersebut beralih menjadi jalan nasional yang ditangani BPJN.

“Yang kerja bukan PT Naviri tapi PT TBA, dan itu tidak termasuk pekerjaan jembatan. Hanya ruas jalan Noelelo-Oenaek,” jelasnya, Jumat 23 Juli 2026.

Karena itu, anggaran APBN sebesar Rp109 miliar untuk pembangunan ruas jalan akses Noelelo-Oenaek (Bukan PLBN Oepoli–Noelelo) tidak mencakup pembangunan Jembatan Mamlasi.

Untuk penanganan saat ini, BPJN melakukan injeksi cairan perekat pada bagian yang retak serta menambahkan konstruksi baja di bawah tiang jembatan guna memperkuat struktur terhadap tekanan akibat pergeseran tanah.

Selama proses tersebut, Jembatan Mamlasi akan ditutup total selama sekitar dua hari. Arus lalu lintas dialihkan melalui jembatan darurat agar proses perbaikan berlangsung optimal tanpa gangguan getaran.

Meski demikian, pengakuan adanya kerusakan pada tiang jembatan memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Jembatan yang baru berusia sekitar 15 tahun itu dinilai belum tergolong tua untuk mengalami kerusakan struktural pada bagian penyangga utama.

Masyarakat setempat dan Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa pun mempertanyakan apakah spesifikasi mutu beton yang digunakan benar-benar sesuai dengan standar konstruksi jembatan, yang umumnya menggunakan beton berkekuatan tinggi, seperti K-300 hingga K-350 atau sesuai desain teknis yang berlaku saat pembangunan.

Selain itu, identitas kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Mamlasi pada tahun 2011 juga menjadi perhatian. Hingga kini belum banyak informasi yang terbuka kepada publik mengenai perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, termasuk proses pengawasan dan hasil uji mutu konstruksinya.

Dengan munculnya kerusakan pada elemen struktur utama, Gabriel Goa menilai perlu dilakukan audit teknis secara menyeluruh oleh lembaga independen untuk memastikan penyebab kerusakan, mengevaluasi kualitas konstruksi awal, serta menjamin keselamatan pengguna jalan mengingat jembatan tersebut merupakan akses strategis menuju kawasan perbatasan RI–RDTL.

Dikatakannya bahwa penyebab pasti kerusakan Jembatan tersebut belum dapat disimpulkan hanya dari usia jembatan atau dugaan mutu beton. Penentuan penyebab memerlukan hasil pemeriksaan teknis yang komprehensif terhadap desain, material, pelaksanaan konstruksi, kondisi geologi, serta pengaruh pergerakan tanah di lokasi.

Oleh karena itu, dia meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memberikan atensi khusus pada pekerjaan ini karena menyangkut kepentingan masyarakat umum dan dugaan kebocoran uang negara.

Sebagaimana yang disampaikan melalui akun sosial TikTok media ini, bahwa pekerjaan jembatan Mamlasi diragukan masyarakat soal kualitasnya sehingga mengalami kerusakan di saat usianya belum seberapa. ***