Kuota SPMB Belum Terpenuhi, SD Negeri Oebobo 2 Andalkan Peningkatan Mutu Pendidikan

Kupang, Ntt-News.com – UPTD SD Negeri Oebobo 2 Kota Kupang hanya menerima 37 calon siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut belum memenuhi kuota yang ditetapkan sebanyak 50 siswa, meski seluruh proses penerimaan telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan.

Kepala UPTD SD Negeri Oebobo 2 Kota Kupang, Welhelmina Regina Aploegi, S.Pd., M.M., mengatakan capaian tersebut masih cukup baik mengingat persaingan antar-sekolah dasar di wilayah Oebobo cukup tinggi.

“Tahun ini kami baru mendapatkan 37 siswa dari target 50 siswa. Namun menurut kami itu sudah lumayan mengingat kondisi saat ini,” ujarnya.

Menurut Welhelmina, sekolahnya berada di kawasan yang diapit tujuh sekolah dasar lain sehingga persaingan mendapatkan peserta didik baru semakin ketat. Untuk itu, pihak sekolah terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sebagai daya tarik bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, sejak memimpin sekolah tersebut jumlah rombongan belajar meningkat dari delapan menjadi 12 rombel. Peningkatan itu, katanya, didukung komitmen guru dalam menjaga mutu pembelajaran dan kedisiplinan.

“Kualitas guru harus terus diperhatikan, begitu juga disiplin. Kepercayaan orang tua dibangun dari pelayanan yang baik di sekolah,” katanya.

Pelaksanaan SPMB, lanjut Welhelmina, dilakukan sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan daya tampung sekolah. Meski ruang belajar masih terbatas, proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan sistem shift agar seluruh siswa dapat terlayani.

Ia mengakui berkurangnya jumlah peserta didik baru berdampak pada pemenuhan jam mengajar guru, khususnya guru yang telah bersertifikasi.
“Kalau jumlah siswa berkurang, guru juga kesulitan memenuhi jam mengajar. Tahun lalu kami masih mendapatkan dua rombel siswa baru, tetapi tahun ini belum bisa,” jelasnya.

Saat ini SD Negeri Oebobo 2 memiliki 27 tenaga pendidik dan kependidikan. Menurut Welhelmina, menurunnya jumlah siswa baru lebih dipengaruhi berkurangnya jumlah anak usia sekolah dasar, bukan karena rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah tersebut.

Ia juga mengingatkan seluruh guru agar terus berinovasi dan meningkatkan prestasi, pelayanan, serta kedisiplinan sehingga sekolah tetap menjadi pilihan masyarakat.

Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, sekolah memberi ruang kepada siswa untuk menyampaikan penilaian terhadap proses belajar mengajar di kelas. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Selain itu, sekolah rutin menggelar kegiatan seni dan budaya setiap Oktober sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa. Di sisi lain, sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, seperti ruang kelas, lapangan, dan toilet sehingga penggunaan fasilitas dilakukan secara bergantian.

Welhelmina menambahkan, usulan penambahan ruang kelas telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan. Tahun lalu sekolah mendapat bantuan pembangunan 13 ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium bahasa dari pemerintah pusat, namun pelaksanaannya masih terkendala sertifikat lahan.

Melalui program BOS Kinerja, sekolah juga memperoleh bantuan sebesar Rp60 juta yang dimanfaatkan untuk pengadaan laptop dan printer guna mendukung pembelajaran serta administrasi sekolah.

Di bidang akademik, SD Negeri Oebobo 2 mencatat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang memuaskan dan menjadi salah satu indikator mutu pendidikan yang terus dipertahankan.***