KUPANG, NTT-News.com – Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sebuah proyek, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Menteri Pekerjaan Umum yang dibacakan perwakilan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Sutrianto Yuli Heri Sapro, S.T. dari Pemilihan Jasa Kontruksi NTT, pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum di Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026).
Upacara tersebut dihadiri para kepala balai Kementerian Pekerjaan Umum di NTT atau yang mewakili, pejabat struktural, kepala satuan kerja, pejabat pembuat komitmen, jajaran ASN, Dharma Wanita Persatuan, penyedia jasa, serta mitra kerja Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh insan Pekerjaan Umum untuk terus bekerja bagi kepentingan rakyat.
“Ukuran pekerjaan kita sederhana, apakah pekerjaan kita sudah benar-benar memudahkan hidup rakyat,”
Untuk memperkuat ketahanan air dan pangan, Kementerian Pekerjaan Umum telah menangani lebih dari 12.700 kilometer jaringan irigasi yang melayani sekitar 789.000 hektare sawah, membangun 2.799 pompa jaringan irigasi air tanah, serta mempercepat penyelesaian 15 bendungan.
Menurut Menteri Pekerjaan Umum, pekerjaan pembangunan belum dapat dianggap selesai hanya karena konstruksi telah rampung. Pekerjaan baru benar-benar selesai ketika infrastruktur tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pekerjaan kita selesai ketika air benar-benar sampai ke sawah,” Tegasnya
Di sektor konektivitas, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah menangani lebih dari 1.664 kilometer jalan nasional, membangun 34 kilometer jalan tol serta lebih dari 1.300 meter jembatan dan jembatan gantung.
Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperpendek jarak masyarakat dengan pusat pendidikan, pasar, kawasan produksi, serta membuka akses ekonomi yang lebih luas.
PU Diminta Hadir Saat Bencana
Dalam sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum juga menekankan pentingnya kehadiran negara ketika masyarakat menghadapi bencana.
Hal itu menjadi perhatian khusus di tengah kondisi Nusa Tenggara Timur yang baru saja mengalami gempa bumi.
“Ketika bencana datang, rakyat tidak membutuhkan penjelasan panjang. Mereka membutuhkan negara hadir dan bekerja,” ujar
Kementerian Pekerjaan Umum, lanjutnya, harus mampu membuka kembali akses jalan yang terputus, memulihkan layanan air, membantu memperbaiki fasilitas pendidikan, serta mendukung masyarakat dalam menata kembali kehidupan setelah bencana.
Tekankan Integritas dan Efisiensi
Selain pembangunan infrastruktur, integritas aparatur juga menjadi perhatian dalam sambutan tersebut.
Setiap rupiah anggaran pembangunan, kata Menteri Pekerjaan Umum, harus menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Perencanaan harus tepat, belanja harus efisien dan terukur, serta aset yang telah dibangun harus benar-benar dimanfaatkan.
“Yang kita cari bukan proyek yang paling besar, tetapi manfaat yang paling besar bagi rakyat,” Tegas
Ia juga mengingatkan seluruh ASN dan insan Pekerjaan Umum agar menjaga uang rakyat, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta berani menolak setiap bentuk penyimpangan.
Birokrasi, lanjutnya, harus menjadi bagian dari solusi dan tidak boleh justru menambah persoalan bagi masyarakat.***
Menteri Pekerjaan Umum mengajak seluruh insan Pekerjaan Umum mengisi kemerdekaan dengan kerja yang benar, integritas, dan kesetiaan terhadap kepentingan rakyat.***
