News  

Gubernur NTT Luncurkan Pergub Meja Belajar, Dorong Budaya Belajar dari Rumah

Gubernur NTT bersama wakilnya melaunching Meja Belajar tepat di hari pendidikan Nasional 2026

NTT-News.com, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma resmi meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) Meja Belajar “Melki-Johni Ajak Belajar” pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2026).

Peluncuran pergub tersebut berlangsung di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Kota Kupang, dan dihadiri Ketua DPRD NTT Emy Nomleni, unsur Forkopimda, pejabat lingkup Pemprov NTT, kepala sekolah SMA/SMK se-NTT, serta para tokoh pendidikan dan tenaga kependidikan.

Program Meja Belajar hadir sebagai gerakan bersama pemerintah dan masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya belajar di lingkungan keluarga, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mengatasi meningkatnya kecanduan gadget pada anak.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

“Ini adalah gerakan untuk mengajak semua orang tua kembali hadir dalam proses belajar anak. Dari rumah kita bangun masa depan NTT,” ujar Melki.

Menurutnya, penggunaan gadget yang tidak terkontrol telah berdampak pada menurunnya konsentrasi dan kualitas belajar anak. Karena itu, Pergub Meja Belajar dihadirkan untuk mengatur penggunaan gadget secara lebih bijak, sekaligus memperkuat interaksi antara orang tua dan anak.

Melalui program tersebut, kegiatan belajar di rumah dilakukan secara rutin setiap Senin hingga Jumat sesuai jam belajar, dengan tetap menyesuaikan kondisi keluarga, kegiatan keagamaan, serta aktivitas adat dan budaya lokal.

Tidak hanya fokus pada akademik, Pergub Meja Belajar juga menekankan pembentukan karakter melalui penanaman nilai moral, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Selain itu, program ini mendorong penguatan literasi, kegiatan keagamaan, hingga pembelajaran berbasis budaya lokal seperti seni tradisional dan tenun ikat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo mengatakan Pergub Meja Belajar dirancang sebagai kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.

“Kita tidak melarang gadget, tetapi mengatur penggunaannya. Yang penting adalah kehadiran orang tua dalam mendampingi anak, sehingga terbentuk disiplin, karakter, dan komunikasi yang sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, mengurangi ketergantungan gadget, memperkuat budaya belajar di rumah, serta membentuk generasi muda yang mandiri dan berintegritas.

Program Jam Belajar di Rumah Bersama Keluarga yang sebelumnya digagas Gubernur Melki juga mendapat dukungan dari sejumlah orang tua di berbagai daerah di NTT.

Mereka menilai program ini efektif meningkatkan fokus belajar anak sekaligus mempererat hubungan emosional dalam keluarga melalui aktivitas bersama seperti belajar, makan, dan berdoa. ***