NTT-News.com, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang terus menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu investasi penting untuk menyiapkan masa depan generasi muda, meski berada dalam situasi keterbatasan dan efisiensi anggaran.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat meresmikan gedung baru UPTD SD Inpres Oesapa, Senin (5/10/2026).
Peresmian gedung baru ini menjadi momentum penting bagi sekolah yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai persoalan kerusakan bangunan. Salah satunya akibat badai Seroja pada 2021 yang menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan.
Bagi Wali Kota Christian Widodo, pembangunan gedung sekolah bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik baru. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi tempat anak-anak belajar, bertumbuh, membangun karakter, sekaligus menjaga mimpi dan cita-cita mereka.
“Di tengah efisiensi ini, Pemerintah Kota Kupang terus berusaha memperbaiki lingkungan pendidikan kita. Terima kasih kepada ibu kepala sekolah, para guru dan seluruh tenaga pendidik yang telah mengelola anggaran dengan baik dan bersama-sama menjaga sekolah ini,” ujar Christian.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pembenahan SD Inpres Oesapa, termasuk jajaran sekolah, Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pekerjaan Umum serta pihak-pihak lainnya.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum maupun proses belajar mengajar. Lingkungan tempat anak-anak belajar juga memiliki peran penting.
Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman, sehat dan nyaman, sekaligus menjadi tempat anak-anak belajar mengenal nilai-nilai kehidupan sejak dini.
“Sekolah, khususnya sekolah dasar, adalah tempat anak-anak mengenal disiplin untuk pertama kali. Belajar bertanggung jawab, belajar bersahabat dengan yang lain, belajar menghargai orang lain. Di sinilah tempatnya,” tegasnya.
Christian juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, sehat dan aman sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman serta berkembang secara optimal.
“Kita tidak hanya sedang membangun ruang kelas. Kita sedang membangun ruang tumbuh bagi masa depan Kota Kupang,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan sebuah kota tidak semata-mata diukur dari panjang jalan yang dibangun, banyaknya gedung yang berdiri maupun besarnya infrastruktur yang tersedia. Pembangunan yang sesungguhnya juga ditentukan oleh kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya.
“Kalau kita ingin membangun kota yang maju, kita tidak cukup hanya membangun infrastrukturnya. Kita harus membangun manusianya melalui pendidikan, kesehatan, karakter, dan kehidupan sosial yang baik,” ujar Christian.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menitipkan pesan kepada para guru agar tidak hanya mengajarkan pengetahuan kepada anak-anak, tetapi turut membantu mereka menjaga mimpi dan cita-cita.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi untuk menjadi apa saja di masa depan. Namun, mimpi tersebut harus dirawat sejak dini agar tidak padam ketika mereka menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan hidup.
“It’s not about a big dream, it’s about how you keep that big dream when you grow old,” ungkapnya.
Christian menegaskan bahwa tugas pendidikan bukan hanya membuat anak-anak berani bermimpi, tetapi juga memastikan mereka tetap memiliki semangat dan kepercayaan diri untuk mempertahankan mimpi tersebut hingga dewasa.
“Tugas kita bukan hanya membuat anak-anak bermimpi, tetapi menjaga agar mereka tidak kehilangan mimpi itu ketika mereka tumbuh dewasa,” pungkasnya.
Perjalanan Panjang SD Inpres Oesapa
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oesapa, Restiana Embong, S.Pd., Gr., dalam laporannya menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki perjalanan panjang dalam pengembangan sarana dan prasarana.
Pada awalnya, SD Inpres Oesapa memiliki enam ruang kelas. Kemudian pada 2013, sekolah mendapatkan tambahan lima ruang kelas, satu ruang guru dan satu ruang UKS.
Pada 2017, kembali dibangun empat ruang tambahan serta satu ruang perpustakaan.
Namun, perjalanan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan. Pada 2021, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat badai Seroja. Setahun kemudian, pada 2022, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan untuk memperbaiki bagian atap dan plafon.
Kerusakan kembali terjadi pada 2025 ketika sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat. Pemerintah kemudian kembali memberikan dukungan untuk mengganti dan memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan.
Restiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang atas perhatian yang diberikan terhadap keberlangsungan serta peningkatan kualitas pendidikan di SD Inpres Oesapa.
Menurutnya, pembangunan gedung baru tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang belajar yang lebih layak dan memadai sekaligus mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
Peresmian gedung baru UPTD SD Inpres Oesapa turut dihadiri Pdt. Aksamina F.B. Banik-Selly, S.Th. dari GMIT Nasaret Oesapa Timur, perwakilan Kepala BPDAS Benain Noelmina Bayu Adrian Victorino, S.Hut., M.Si., perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Strategis NTT Victor Aprianus Nalle, S.T., perwakilan Polda NTT IPTU Berto Apelabi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang beserta jajaran, Manager Persemaian Fatukoa Antonius Malo Ki’I, S.P., Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa serta Koordinator Pengawas. (*/rls)
