Atambua, NTT- News.Com – Oknum polisi Polres Belu julukan “Belanda” diduga terlibat politik praktis, publik pertanyakan netralitas institut polres Belu, Polda NTT- Polri.
dugaan keterlibatan dirinya menguat dalam sebuah pesan suara (VN) yang sontak hebohkan jagat maya di tapal batas NKRI- RDTL.
Pasalnya, Polisi yang seharusnya bertugas untuk melindungi, mengayomi masyarakat serta netral dan tidak ada urusan dengan partai politik manapun malah berperan seperti pemeran catur yang bisa membongkar- pasang kepengurusan salah satu partai politik di belu mulai dari tingkat DPD, DPW hingga tingkat kepengurusan pusat.
Dalam sebuah pesan suara yang berhasil diterima media ini Kamis (07/05/2026) dugaan oknum polisi berinisial YBS yang bertugas sebagai intel ekonomi polres belu itu berbicara seakan paling tahu tentang gejolak internal yang terjadi di salah satu partai, tidak saja itu dugaan dirinya seakan memiliki kedekatan hubungan yang bisa menjanjikan dan mengobrak-abrik kepengurusan DPD PKS Belu.
“Nah betul sudah ada laporan tapi dong barontak bahwa Gatra yang sekretaris PKS Belu konco dengan sektetaris DPW PKS Provinsi NTT karena dong sama- sama bugis, makanya dong ada mo cari sekretaris dan bendahara, nah bendahara su kabur ini yang dong ada barontak, makanya dong bilang kalo kaka ada jaringan nah tolong bantu, ada adik juga dijakarta ama…begini supaya aman suruh bos 01 wa ketua sampaikan kalo ada masalah penggelapan uang ditubuh partai pks belu oleh sektetaris dan bendahara, kalo hanya mo lewat provinsi sah ini kasus sonde akan habis, apalagi sekretaris dan bendahara pks belu pegang ketua,sektetaris dan bendahara pks provinsi ” Ucap oknum Polisi YBS dalam sebuah rekaman suara berdurasi 1 menit 13 detik yang berhasil diterima media ini, Kamis (07/05/2026).
Terpisah, Sekretaris DPD PKS Belu Gatra Rasyid yang dihubungi media ini melalui sambungan telepon seluler membenarkan adanya rekaman suara milik salah satu anggota seragam coklat yang sontak heboh ditubuh partai karena tidak saja partai yang di urus tetapi pemfitnahan terhadap dirinya dan juga adanya sukuisme yang dilayangkan dalam rekaman tersebut.
“Bahwa suara dalam rekaman yang beredar tersebut adalah benar milik seorang oknum anggota Polres Belu” Kata Gatra.
Menanggapi rekaman suara yang beredar, Pihaknya memberikan klarifikasi untuk diketahui publik sebagai berikut:
1. Kami sangat menyayangkan adanya tindakan intervensi atau campur tangan dari oknum tersebut terhadap urusan internal kami yang telah selesai lama. Tindakan ini telah menimbulkan polemik kegaduhan di internal kami, Hingga saat ini, memang telah ada upaya dari pihak yang bersangkutan untuk bertemu dan memberikan klarifikasi. Namun, kami sampaikan bahwa proses tersebut masih belum menemui titik temu atau solusi yang dapat diterima .
2. Kami berharap siapapun dia apalagi anggota polisi aktif dapat menghormati batas-batasan urusan internal parpol dan mengedepankan profesionalisme sesuai dengan tupoksi masing-masing.***
