News  

Diduga Kuda-kudaan Di Sebuah Kamar Kos, Hengki Loden Anggota DPRD Kabupaten Kupang Digerebek Polisi

Kupang, NTT- News.Com – Diduga berada bersama wanita idaman lain (WIL) disebuah kamar kos yang terletak di Oebufu, Kuoqng Oknum DPRD kabupaten kupang dari partai bulan bintang (PBB) Hengki Loden di gerebek oleh Polda Nusa Tenggara Timur NTT.

Penggerebekkan tersebut dilakukan kuat dugaan bahwa oknum DPRD yang seharusnya menjadi contoh dan teladan di tengah keluarga dan masyarakat malah menunjukkan aksi yang memalukan bersama dengan wanita yang bukan isteri sah.

‎Saat itu oknum anggota DPRD dari dapil 2 Hengky Loden bersama dengan wanita bernama Sisilya Leonora Ratu berada di sebuah kos kemudian didatangi oleh tim dari Polda NTT dan keluarga dari Istri Sah pada minggu dini hari (29/03/2026).

‎Sebelumnya, istri sah, Oknum DPRD ini telah membuat pengaduan kepada tim Zero (Opsnal) Ditres PPA dan PPO polda NTT pada 03 Maret 2026. Setelah mengetahui suaminya hidup bersama dengan wanita lain atau sering mengunjungi wanita lain bernama Sisilya Ratu di sebuah kos-kosan yang berada di JL. Amabi, RT 032/RW.008, kelurahan Oebufu, kecamatan Oebobo,kota kupang.

‎Menindaklanjuti pengaduan Istri Oknum Anggota DPRD, tim Zero ditres PPA dan PPO Polda NTT serta babimkabtimas kelurahan Oebufu, bersama dengan keluarga korban langsung mendatangi kos-kosan yang menjadi target untuk mengamankan terlapor yang bukan merupakan suami istri.

‎Atas peristiwa itu, istri sah langsung datang ke SPKT polda NTT untuk membuat laporan polisi Nomor: LP/B/111/III/2026/SPKT/Polda NTT.

‎Untuk diketahui perbuatan kedua terduga pelaku ini, telah melanggar tindak pidana perzinahan Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam pasal 411 KUHP.

‎Sementara Hengky Loden, Ketua DPC partai Bulan Bintang kabupaten Kupang sebagai terduga pelaku saat ditemui di polda NTT menyampaikan permohonan maaf kepada istri dan keluarga atas peristiwa yang terjadi.

‎”Sebagai manusia tentu saya punya kelemahan dan kekurangan, saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada istri, “Ujarnya.

‎Dikatakan bahwa peristiwa itu hanya sekedar salah paham atau mis komunikasi, sehingga akan ada upaya mediasi untuk kembali memperbaiki hubungan yang sempat renggang.

‎Dia menegaskan bahwa, wanita yang disebut sebagai selingkuhan merupakan rekan bisnis, sebab gajinya kecil sehingga perlu ada kerja sampingan.

‎Politisi dari partai bulan bintang ini juga menyampaikan permohonan maaf, secara pribadi maupun sebagai anggota DPRD, jika informasi ini dapat mengganggu publik.***