Ekbis  

Bank NTT Perkuat Benteng Digital, Rahmat Boby Saleh: Keamanan Data dan Layanan Nasabah Prioritas Utama

Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Rahmat Saleh saat mengikuti Workshop di Jakarta

NTT-News.com, Jakarta – Bank NTT terus memperkuat fondasi transformasi digital guna memastikan keamanan data dan keandalan layanan perbankan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Workshop Infrastruktur Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) yang berlangsung di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Bank NTT dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan teknologi informasi, sekaligus memperkuat sistem keamanan dan keberlangsungan operasional layanan digital yang saat ini menjadi kebutuhan utama nasabah.

Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Rahmat Boby Saleh, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan yang semakin terhubung dengan teknologi.

“Keamanan data dan layanan nasabah merupakan prioritas utama Bank NTT. Karena itu, kami terus melakukan penguatan infrastruktur teknologi informasi agar seluruh layanan dapat berjalan secara aman, stabil, dan dapat diandalkan kapan saja dibutuhkan masyarakat,” kata Rahmat Boby Saleh.

Menurut Rahmat, perkembangan layanan perbankan digital yang semakin pesat menuntut perbankan untuk memiliki sistem yang tidak hanya cepat dan modern, tetapi juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi serta mampu mengantisipasi berbagai risiko operasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat fungsi Data Center sebagai pusat pengelolaan data dan sistem perbankan, serta Disaster Recovery Center (DRC) yang berfungsi sebagai pusat pemulihan cadangan apabila terjadi gangguan pada sistem utama.

“Data Center dan Disaster Recovery Center menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan layanan. Jika terjadi gangguan akibat faktor teknis, bencana alam, maupun ancaman siber, maka sistem cadangan dapat segera diaktifkan sehingga pelayanan kepada nasabah tetap berjalan,” jelasnya.

Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh berbagai materi terkait pengelolaan pusat data modern, keamanan siber, manajemen risiko teknologi informasi, tata kelola infrastruktur digital, hingga strategi pemulihan layanan sesuai standar industri perbankan.

Rahmat mengatakan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi informasi juga menjadi perhatian serius Bank NTT. Menurutnya, pengembangan SDM harus berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur agar transformasi digital dapat berjalan secara optimal.

“Teknologi terus berkembang dan tantangan keamanan digital semakin kompleks. Karena itu, Bank NTT harus terus meningkatkan kompetensi SDM sekaligus memperkuat infrastruktur agar mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, investasi pada penguatan Data Center dan Disaster Recovery Center akan memberikan manfaat langsung bagi nasabah. Selain meningkatkan keamanan data dan transaksi, langkah tersebut juga akan mendukung ketersediaan layanan digital secara berkelanjutan, mulai dari mobile banking, ATM, hingga berbagai layanan elektronik lainnya.

Dengan infrastruktur yang semakin kuat, Bank NTT optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, aman, dan terpercaya, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital sektor perbankan di Nusa Tenggara Timur.

“Kepercayaan nasabah adalah aset terbesar kami. Oleh karena itu, Bank NTT akan terus membenahi teknologi, keamanan informasi, dan pengembangan SDM agar mampu menghadirkan layanan perbankan yang modern dan berdaya saing,” tutup Rahmat Boby Saleh. ***