Akhiri NEO Pro 2026, UCB Persembahkan Doa dan Kepedulian untuk Korban Gempa Flores

KUPANG, Ntt-news.com – Ada yang berbeda dalam puncak kegiatan New Student Orientation Programme (NEO Pro) Universitas Citra Bangsa (UCB) tahun 2026. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan penutupan biasanya berlangsung meriah dengan menghadirkan artis ternama, tahun ini UCB memilih mengakhirinya dengan doa dan refleksi bersama serta penggalangan donasi bagi sesama.

Ketua Panitia NEO Pro 2026, Vinsensius Belawa Lemaking, SKM., M.Kes., mengatakan perubahan konsep tersebut dilandasi rasa duka dan kepedulian terhadap korban bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta meninggalnya salah satu dosen terbaik UCB.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di Kampus UCB, Rabu (2/9/2026).

“Ada dua alasan utama kenapa konsep acara kita ubah di tahun ini. Pertama, karena kita sedang berduka atas bencana alam yang terjadi di Flores. Ada banyak korban di sana, termasuk keluarga mahasiswa UCB sendiri,” ujar Vinsensius.

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun panitia, sebanyak 342 mahasiswa UCB terdampak bencana gempa Flores. Selain itu, terdapat dua korban meninggal dunia dari keluarga mahasiswa, 19 rumah keluarga mahasiswa mengalami rusak berat hingga hancur total, serta 77 rumah mengalami kerusakan sedang.

Vinsensius menambahkan, UCB juga tengah berduka atas meninggalnya salah satu dosen dari Program Studi Ners, Ns. Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep., M.Kep.

“Duka UCB terlalu dalam. Oleh sebab itu, sejak hari pertama NEO Pro kita sudah menekankan rasa empati dan kemanusiaan. Puncak acara kita lakukan dengan doa dan refleksi bersama serta menggalang donasi untuk meringankan beban mahasiswa kita,” jelasnya.

Tanamkan Karakter KASIH

NEO Pro merupakan kegiatan orientasi mahasiswa baru yang dirancang secara terencana pada awal tahun ajaran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan kehidupan akademik dan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru UCB yang menempuh pendidikan di berbagai bidang, termasuk kesehatan, kedokteran, keguruan, bisnis pariwisata, dan teknik.

Pada tahun 2026, NEO Pro UCB mengusung tema “Membangun Citra Diri; Berintelek dan Berkarakter KASIH.”

Wakil Ketua Panitia NEO Pro, Tobianus Hasan, S.Si., MPH., mengatakan pembentukan karakter menjadi salah satu hal penting yang ditekankan kepada mahasiswa baru sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.

“Kita sejak awal telah menyiapkan mahasiswa agar kreatif dalam menjalani pendidikan dan unggul dalam karakter, pengetahuan, serta skill yang menunjang keberhasilan proses belajar,” kata Tobianus.

Ia menjelaskan, karakter KASIH yang dikembangkan di lingkungan UCB mencakup Kreatif, Akhlak, Sinergis, Inovatif, dan Humanis.

“Nilai karakter KASIH ini dikembangkan melalui empati dan toleransi yang dipupuk seiring dengan perkembangan peradaban digital. Ini harus benar-benar diwujudkan dalam keseharian mereka di kampus dan di mana saja mereka berada,” tuturnya.

Doa dan Donasi dari Ketulusan Hati

Koordinator Mentor Mahasiswa Baru, Komelia Skolastika Jalo, mengatakan kegiatan penutupan NEO Pro tahun ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat dan mahasiswa UCB yang terdampak bencana di Flores.

“Semua kita benar-benar tergerak untuk berempati kepada teman-teman kita. Doa dan sumbangan yang kami berikan benar-benar dari ketulusan hati kami untuk sesama,” ungkap Komelia.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan harapannya agar masyarakat Flores yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.

“Doa kami semoga Flores lekas pulih dan mereka yang telah pergi dapat diterima di sisi Tuhan, terutama dosen terkasih kami, Pak Adi,” ujarnya.

Acara penutupan NEO Pro 2026 yang dirangkaikan dengan doa, refleksi, dan penggalangan dana tersebut dihadiri Senator Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri Kupang, Abraham Paul Liyanto, bersama keluarga, serta Rektor dan para Wakil Rektor Universitas Citra Bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, UCB tidak hanya menutup rangkaian orientasi mahasiswa baru, tetapi juga menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan, empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.***