Lintas FlobamoraNews

Aksi Percepatan Eliminasi Malaria di Daratan Sumba Dievaluasi

×

Aksi Percepatan Eliminasi Malaria di Daratan Sumba Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehstan (Kabid P2MK) Dinas Kesehstan Provinsi NTT, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH, saat menjadi pemandu evaluasi Kegiatan percepatan eliminasi malaria di daratan Sumba
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehstan (Kabid P2MK) Dinas Kesehstan Provinsi NTT, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH, saat menjadi pemandu evaluasi Kegiatan percepatan eliminasi malaria di daratan Sumba

NTT-News.com, Tambolaka – Program Aksi Percepatan Eliminasi Malaria di daratan Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) dievaluasi di Sumba Barat Daya (SBD). Evaluasi ini dipandu oleh Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehstan (Kabid P2MK) Dinas Kesehstan Provinsi NTT, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH.

Dalam evaluasi ini disampaikan bahwa kegiatan tersebut pada tahun 2016 lalu sudah berjalan baik, namun masih perlu adanya koreksi-koreksi agar kedepan tetap kokoh dan segera mencapai tujuan yang diinginkan bersama.

Pertama, disampaikan bahwa pendanaan dibidang kesehatan saat ini cukup tersedia dari berbagai sumber, baik itu APBN, APBD, DAK, dan HIBAH, namun pemanfaatan tidak fokus, masih ada ego program. Sehingga pada rencana kerja pada tahun 2017 dan 2018 daratan Sumba ini, dibuat dalam bentuk menu yang kompak danterintegrasi dengan berbagai sumber.

“Program pengendalian penyakit juga masih bersifat sektoral, terkesan bahwa ini hanya tugas Dinas Kesehatan, akibatnya jejaring untuk mengeliminasi malaria belum optimal. Padahal Eliminasi Malaria adalah urusan bersama,” tandas dr. Theresia, Kamis 16 Februari 2017.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu dilakukan Rapat Koordinasi tingkat Kabupaten, Apel kesadaran bersama percepatan eliminasi malaria, perlu ada surat edaran bupati untuk kepala SKPD untuk memantau pemanfaatan kelambu, PKK dasa Wisma pantau jentik, 3M Plus, PMO, dokter praktek swasta, RS/Klinik menggelar Pertemuan dengan Dinkes tiap bulan validasi data dan evaluasi malaria.

“Selain itu, sistim kontrol proses pelaksanaan program belum tertata baik, sedangkan investasi program besar. Maka lakukan pelaporan program malaria tiap bulan ke Bupati, tim teknis malaria bersama organisasi profesi,” ujarnya.

Theresia meminta, agar nantinya kembali fokus pada percepatan eliminasi malaria dengan pemberdayaan masyarakat, pengendalian vekto, integrasi dengan pengendalian vektor, peningkatan kapasitas dan jejaring untuk penguatan sistim dengan melakukan road show advokasi percepatan eliminasi malaria dengan Bupati sedaratan Sumba. (rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *