NTT-News.com, Kupang – Anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB, Marselinus Ngganggus, melakukan kegiatan reses bersama masyarakat di wilayah Sokon, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Selasa (10/3/2026) petang.
Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias karena warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah terkait pembangunan ruas jalan Mollo–Oetun yang hingga kini belum terealisasi.
Padahal proyek peningkatan jalan tersebut sebelumnya telah dianggarkan dalam tiga segmentasi pekerjaan, yakni ruas Jalan Titus Nau, ruas Mollo–Sunjan, dan ruas Mollo–Oetun.
Namun dalam pelaksanaannya, pekerjaan yang direalisasikan hanya pada segmen Mollo–Sunjan dengan pagu anggaran sekitar Rp16,8 miliar.
Kondisi ini kemudian dipersoalkan warga karena pengerjaan jalan Mollo–Sunjan disebut melewati batas wilayah Kota Kupang hingga masuk ke wilayah Kabupaten Kupang, sehingga segmen jalan Mollo–Oetun tidak kebagian untuk dikerjakan.
Padahal dalam kontrak kerja awal yang ditandatangani oleh pihak kontraktor, total pagu anggaran proyek tersebut mencapai sekitar Rp22,4 miliar lebih.
Tokoh masyarakat Fatukoa, Daniel Aluman, mengatakan kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat karena usulan pembangunan jalan itu awalnya datang dari Pemerintah Kota Kupang dan diharapkan dapat menjawab kebutuhan akses masyarakat di wilayah tersebut.
“Aspirasi ini kami harapkan bisa diperjuangkan kembali agar jalan Mollo–Oetun benar-benar dibangun sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya, yang disepakati hampir seluruh warga yang hadir dalam reses tersebut.
Selain persoalan jalan, masyarakat juga meminta dukungan pembangunan embung berskala kecil hingga sedang untuk membantu pengairan lahan pertanian warga.
Mereka bahkan menyatakan siap menyediakan lahan hibah seluas sekitar satu hektare untuk pembangunan embung tersebut.
Warga juga meminta bantuan perbaikan jalan menuju area pekuburan keluarga warga Sokon yang saat ini dalam kondisi rusak.
Menanggapi aspirasi tersebut, Marselinus Ngganggus menyatakan siap memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia juga menyarankan agar para tokoh masyarakat dapat bersama-sama mendatangi kantor BPJN untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dengan pendekatan yang baik dan tenang agar pembangunan jalan Mollo–Oetun dapat diusulkan kembali, mengingat proyek tersebut sebelumnya tidak sempat dikerjakan karena alasan efisiensi anggaran.
Terkait usulan pembangunan embung, Marselinus berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera meninjau lokasi yang telah disiapkan oleh masyarakat.
Sementara untuk perbaikan jalan menuju pekuburan keluarga warga Sokon, ia menyatakan akan membantu menyediakan material sertu sebanyak 20 truk guna memperbaiki akses jalan tersebut.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Yang bisa kami bantu langsung, tentu akan kami upayakan secepatnya,” ujarnya.
Reses tersebut berlangsung dalam suasana dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat yang berharap berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah Fatukoa dapat segera mendapat perhatian pemerintah. ***
