Proyek Jalan dan Perpipaan Mubasir, Kades Teba Dipolisikan Warga

0
229
Ilustrasi, Karikatur Tangkap Koruptor (Sumber Web)
Ilustrasi, Karikatur Tangkap Koruptor (Sumber Web)

NTT-News.com, Kefamenanu – Pekerjaan pembukaan jalan dusun dan instalasi perpaan dinilai warga sangat mubazir dan pekerjaannya tidak sesuai RAB, akibatnya Kepala Desa Teba, Kecamatan Biboki Tanpah Diadukan ke Polres TTU.

Informasi yang dihimpun Media ini menyebutkan, paket pembukaan jalan senilai Rp 160 juta dengan panjang 2 km, yang dikerjakan tahun 2016, tidak menggunakan batu telford dan pasangan batu kali atau batu karang disepanjang bibir jalan.

Bukan hanya itu, kegiatan proyek perpiaan dengan anggaran sebesar Rp 48.845.000 tahun 2015, hingga kini tidak dilakukan instalasi dari sumber air Hau Naek menuju permukiman penduduk desa.

Diduga instalasi tidak dilaksanakan karena pengadaan pipa jenis non medium tidak bisa dilakukan tap derat, karena jenis pipa mudah robek. Sehingga, pipa yang sudah diadakan hanya parkir di rumah warga dan tidak bisa digunakan untuk instalasi.

Yohanes Meni, warga setempat kepada media ini, Jumat (23/6) mengaku kesal terhadap ulah kades yang tidak memanfaatkan kepercayaan masyarakat.

Terbukti, pekerjaan jalan dusun tidak gunakan batu telford, bahkan tidak juga gunakan batu pinggir disepanjang bibir jalan. Akibatnya, bangunan jalan sudah rusak digenangi air, bahkan sudah menjadi kolam.

“Mestinya lapisan dasar pakai susunan batu telford, diikuti perkerasan sertu dan susunan batu disepanjang bibir jalan,” ungkap Yohanes Meni kepada media ini, Jumat (23/06).

Selain itu, pekerjaan deker tidak dilengkapi penahan samping dan saluran pembuangan tidak sesuai petunjuk RAB. Sehingga, bangunan deker sudah tertimbun lumpur dan menyulitkan warga khususnya siswa saat melintas ke sekolah.

Yohanes mengaku, proyek yang dikerjakan terkesan asal jadi untuk menghabiskan anggaran namun tidak bermanfaat. “Kepala Desa hanya habiskan anggaran saja namun tidak ada manfaat sama sekali,” kesalnya.

Tak puas dengan ulah Kepala Desa Teba, warga terpaksa mengadu ke Polres TTU untuk ditelusuri kejanggalannya sesuai fakta lapangan. Sebab, selain pekerjaan jalan, ada pula proyek perpiaan dari tahun 2015 mubazir, dan tidak dikerjakan hingga sekarang.

“Proyek itu anggarannya sudah habis terpakai tapi tidak ada manfaat untuk masyarakat. Kita sudah buat laporan ke Polres, lengkap data RAB dan RAPBDes,” katanya. (Peter)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini