
NTT-NEWS.COM, Kupang – Keluarga jenazah Tony Belen di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) protes terhadap maskapai penerbangan Garuda, Gatari Air dan PT Elang Nusa Cargo, akibat memindahkan jenazah atas dari satu pesawat ke pesawat lain di Bandara El Tari Kupang tanpa adanya konfirmasi kepada keluarga.
Almarhum Tony Belen yang meninggal di Bali akibat sakit, lalu dikirim ke Kupang menggunakan maskapai Garuda tujuan Bali-Kupang, setelah tiba di bandara El Tari Kupang, jenazah tersebut tidak lagi dibawah ke cargo untuk pemeriksaan administrasi namun langsung dipindahkan ke pesawat Gatari Air dan langsung diterbangkan ke Pulau Alor walaupun bukan barang transit.
Tak menerima dengan tindakan tersebut, keluarga langsung mendatangi kantor maskapai Garuda dan Gatari Air untuk meminta pertanggungjawaban karena tujuan pengiriman jenazah yang tertera didalam manifest yakni Kupang bukan Alor. Pihak keluarga menilai apa yang dilakukan oleh maskapai Garuda dan Gatari Air merupakan sebuah pelanggaran besar yang harus di tindak oleh pihak berwenang seperti Kementrian Perhubungan maupun pihak Angkasa Pura I El Tari Kupang.
“Ini harus ditindak karena memindahkan barang milik orang di landasan tanpa konfirmasi dan tanpa adanya pemeriksaan administrasi di cargo, kami pemilik barang yang harus terima barang berupa jenazah ponaan saya, namanya tony belen. Kenapa dia sampai diterbangkan ke Alor, kan bukan barang transit jadi kami minta untuk kirim pulang. Manifestnya itu dari Bali ke Kupang. Kami konfirmasi ke Garuda, Gatari Air dan PT Elang Nusa Cargo yang mengirim mereka bilang tidak tau,” kata Buce Loimalitna, keluarga almarhum Tony.
Sementara itu pihak Gatari Air mengaku, mereka hanya menuruti permintaan PT Elang Nusa Cargo untuk mengirim jenazah ke Pulau Alor dan tidak tahu jika akan dipersoalkan oleh pihak keluarga karena manifest yang diserahkan pun sangat lengkap.
“Saya arahkan ke cargo dan pihak cargo menyatakan bahwa surat-surat sudah lengkap, otomatis manifest dibawah ke pesawat dan jenazah boleh naik. Kaitan jenazah itu ada masalah, terus terang saya tidak tau karena tidak ada pemberitahuan. Harusnya pihak Garuda tahan dulu sehingga saya rasa tidak ada masalah. Yang saya tau, saya terima jenazah di Kupang,” kata Air Service, PT Gatari Air, Muhamad Hamid. (Jvn)


