PDI Perjuangan NTT Gerakkan Kader, Bangun Dapur Umum di Tiga Daerah Terdampak Gempa Flores

Kupang, NTT-News.com — DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) menggerakkan seluruh jaringan partai untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus H. Takandewa mengatakan, jajaran partai di tingkat DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting telah diarahkan untuk bergerak membantu masyarakat di wilayah terdampak.

“Pada prinsipnya, kami harus memastikan bahwa PDI Perjuangan hadir lebih awal. Informasi mungkin belum banyak dan bantuan mungkin belum banyak, tetapi paling tidak kami hadir, mencatat apa yang sedang terjadi, lalu melakukan koordinasi,” kata Yunus kepada media ini, Sabtu (15/8/2026).

Yunus menyebut sejumlah wilayah Flores yang terdampak berdasarkan laporan sementara yang diterima DPD PDI Perjuangan NTT, antara lain Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Selain membantu proses evakuasi, kader partai juga diarahkan untuk mendistribusikan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak.
Dapur Umum Dibangun di Tiga Daerah
Sebagai respons awal terhadap bencana, PDI Perjuangan NTT menginstruksikan pembentukan posko bantuan di kantor-kantor partai, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Kader juga diarahkan mendirikan posko langsung di sejumlah lokasi terdampak yang membutuhkan penanganan cepat.
Pada Sabtu (15/8/2026), dapur umum mulai dibangun di Kabupaten Sikka, Nagekeo dan Manggarai Barat.

Dapur umum tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak dan pengungsi, terutama masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh makanan akibat gangguan akses setelah gempa.

“Hari ini kami sudah menginstruksikan agar dapur umum didirikan di beberapa titik. Penempatannya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan,” ujar Yunus.

Menurut dia, kebutuhan mendesak masyarakat saat ini meliputi bahan pangan, air bersih, kebutuhan dasar pengungsi serta dukungan terhadap proses evakuasi.

Yunus juga meminta seluruh kader untuk bergotong royong bersama tim SAR dalam membantu proses evakuasi warga yang terdampak.

Koordinasi dengan Pimpinan Pusat

Yunus mengatakan, penanganan dampak gempa juga telah dikoordinasikan dengan jajaran pimpinan pusat PDI Perjuangan.

Ia menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto telah mengetahui kondisi gempa yang terjadi di Flores.
Jajaran partai juga dijadwalkan turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak pada Minggu (16/8/2026).

Yunus menyebut Ganjar Pranowo dijadwalkan tiba di Labuan Bajo sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Manggarai.

Selain itu, Sri Rahayu dan Tri Rismaharini juga disebut akan menuju wilayah terdampak melalui Labuan Bajo.Sementara dari DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus akan memimpin langsung tim menuju lokasi terdampak bersama jajaran pengurus dan bidang penanggulangan bencana.

“Besok kami akan berkonsentrasi langsung ke titik lokasi. Proses ini terus kami hadirkan untuk membangun solidaritas kemanusiaan, untuk meringankan beban dan melihat langsung penderitaan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Data Korban dan Kerusakan Masih Diverifikasi
Terkait jumlah korban, Yunus mengatakan data masih bersifat sementara karena proses pendataan, evakuasi dan verifikasi di lapangan masih berlangsung.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima, terdapat korban meninggal dunia dan korban luka. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan pendataan oleh petugas gabungan.

Laporan sementara menyebutkan lima orang meninggal dunia, terdiri atas dua orang di Maumere, Kabupaten Sikka, dan tiga orang di Kabupaten Manggarai.

Selain korban jiwa, sejumlah infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan. Beberapa ruas jalan mengalami longsor, terbelah hingga terputus.

Akses Trans Ende-Maumere turut terdampak. Sejumlah fasilitas publik, termasuk fasilitas pelabuhan, perbankan, gedung pemerintahan dan rumah ibadah, juga dilaporkan mengalami dampak gempa.

Yunus mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan bencana, terutama untuk memastikan akses masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan.

PDI Perjuangan Dukung Penanganan Pemerintah
Yunus menegaskan, kerja jajaran PDI Perjuangan di lapangan merupakan bentuk dukungan terhadap penanganan bencana dan tidak mengambil alih fungsi pemerintah maupun lembaga resmi penanggulangan bencana.

“Kendali situasi dan koordinasi tetap ada pada Badan Penanggulangan Bencana provinsi. Mereka akan terus memperbarui informasi mengenai apa yang sedang terjadi di lapangan. Penanggulangan bencana di kabupaten dan kota juga sejak kejadian sudah bergerak bersama-sama,” jelasnya.

Ia mengatakan, kehadiran kader di lapangan juga bertujuan membantu memastikan kebutuhan masyarakat terdata dengan baik, mulai dari kebutuhan pangan, air bersih, lokasi pengungsian hingga akses evakuasi.

Yunus menekankan bahwa dalam situasi bencana, kecepatan, keberanian dan konsistensi menjadi hal penting dalam menggerakkan seluruh jaringan organisasi.

“Politik, kepemimpinan, organisasi apa saja pasti membutuhkan kecepatan, keberanian dan konsistensi. Itu harus menjadi tekad terhadap semua yang terjadi,” tegasnya.

Ia memastikan jaringan PDI Perjuangan NTT akan terus bergerak membantu masyarakat terdampak gempa Flores sesuai kebutuhan di lapangan dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah serta lembaga penanggulangan bencana.***