
NTT-NEWS.COM, Atambua – Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan (Panwascam) dengan pelaku praktek money politic diduga main mata untuk meloloskan pelaku dari jeratan hukum. Pasalnya, pelaku diperiksa tanpa proses lebih lanjut dengan alasan kekeluargaan.
Demikian hal itu disampaikan Primus Joni, warga Halikutu, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, yang melaporkan Marianus Domi Meti dan Riki Masus, karena tertangkap sedang membagi-bagi drum aspal bekas kepada warga Translok di desa itu pada tanggal 17 November 2015 lalu.
Menurut, Primus Joni, Panwascam setempat, Romandus Kalli mengaku telah memeriksa beberapa orang saksi terkait persoalan itu, namun pemeriksaan tersebut bukan berdasarkan atas laporan yang Ia sampaikan tanggal 21 November 2015 lalu.
“Katanya sudah periksa tapi tidak ada tindaklanjut. Saya pernah tanya juga tapi Panwascam bilang biar sudah, karena sama-sama keluarga disini dan hanya karena kepentingan politik tidak baik bermusuhan,” kata Primus, Rabu, (2/12) siang kepada NTT-News.com.
Memang, lanjut Primus, Pilkada ini akan berakhir pada tanggal 9 Desember mendatang, namun proses penegakan aturan harus pula dijalankan demi sebuah kebenaran. “Proses politik yang salah harus dibenarkan dengan memberi sanksi pada pelakunya,” katanya.
Sementara itu, Staf ahli bidang Hukum Bawaslu NTT, Mikhael Feka, terkait persoalan ini mengatakan bahwa temuan dugaan praktek money politik harus ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Panwascam dan Panwaskab harus tindaklanjuti masalah ini untuk mencaritahu kebenarannya dan jangan biarkan begitu saja, tetapi diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya.
Namun, Ketua Panwaskab Belu, Andre Parera yang hubungi terpisah mengatakan bahwa persoalan di Tasbar telah ditangani oleh Panwascam dan tidak dilaporkan ke Panwaskab. Sehingga prosesnya diselesaikan oleh Panwascam.
“Panwascam memang melaporkan ke saya, tapi itu masih dalam kewenangan panwascam jadi saya minta mereka yang urus, kecuali kejadiannya ada ditingkat Kabupaten maka akan menjadi urusan kami,” kata Andre dari balik teleponnya.
Ketua Panwascam yang dihubungi via telepon selulernya masih sedang berada diluar jangkauan dan sms yang dikirim juga belum dibalas hingga berita ini diturunkan. (ptr/lrn)
