
NTT-News.com, Kefamenanu – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Oenopu, Paulina Meni Uskono ketika dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan adanya pemotongan beasiswa PIP di sekolahnya yang dilakukan tanpa adanya kesepakatan bersama.
“Memang benar ada Pemotongan sebanyak Rp. 40.000. Rp. 10.000 untuk uang makan siswa karena pencairan dari pagi sampai sore jam 18.00Wita, sedangkan Rp. 30.000 itu untuk uang transportasi menggunakan Truk milik kaur kesiswaan,” ungkap Kepsek SMAN Oenopu, Paulina Meni Uskono ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (16/06).
Terkait Pemotongan sejumlah uang yang seharusnya menjadi milik siswa seutuhnya tersebut, Paulina mengatakan tidak ada kesepakatan sebelumnya namun melalui kesepakatan dirinya bersama Kaur Kesiswaan.
“Kami tidak ada komunikasi kesepakatan untuk pemotongan, tetapi dari pihak sekolah supaya bisa mengkoordinir dengan baik maka melalui kesepakatan saya dengan kesiswaan untuk bisa mengkoordinir dengan baik,” Jelas Paulina.
Terkait Kaur Kesiswaan tidak mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, Paulina mengatakan tidak berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah. “Itu urusan kesiswaan, jadi kebetulan waktu pencairan itu bertepatan dengan adanya pelatihan K13 maka ada guru Matematika yang menggantikan kaur kesiswaan untuk mengikuti pelatihan K13,” terang Paulina. (Peter)
