NTT-News.com, Kupang – Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan gerai NTT Mart by OSOP di SMKN 2 Kupang, Rabu (11/3/2026). Peresmian ini menjadi langkah mendorong produk hasil karya siswa SMK agar memiliki ruang pemasaran yang nyata di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT menegaskan bahwa kehadiran NTT Mart harus menjadi etalase utama bagi produk yang dihasilkan oleh para siswa. Ia mengingatkan agar produk dari luar sekolah tidak mendominasi gerai tersebut.
“NTT Mart ini harus menjadi etalase produk sekolah. Jangan sampai lebih banyak produk dari luar sekolah. Produk siswa harus diutamakan,” tegas Melki.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT membangun ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Ia menjelaskan bahwa pemerintah mendorong tiga pendekatan ekonomi sekaligus, yaitu OVOP (One Village One Product) berbasis desa, OCOP (One Community One Product) berbasis komunitas, dan OSOP (One School One Product) berbasis sekolah.
Melki menyebut ketiga konsep tersebut saling melengkapi dalam memperkuat ekonomi daerah, karena produksi dari desa, komunitas, dan sekolah dapat saling terhubung dalam satu ekosistem ekonomi.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat NTT untuk mulai mengutamakan produk lokal agar perputaran uang tetap berada di daerah. Menurutnya, kebiasaan menjual bahan mentah lalu membeli produk olahan dari luar daerah harus mulai diubah.
“Kita sering jual pisang, pulangnya beli molen. Jual ayam di pasar, pulangnya beli fried chicken. Ini yang harus kita ubah supaya uang berputar di daerah,” ujarnya.
Ke depan, Pemprov NTT juga berencana mengembangkan konsep NTT Mart di berbagai kota di Indonesia sebagai pusat pemasaran produk khas daerah, yang dilengkapi dengan pusat kuliner dan dukungan lembaga keuangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo mengatakan program NTT Mart by OSOP menjadi sarana bagi siswa untuk belajar kewirausahaan secara langsung.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga harus mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.
“Sekolah tidak hanya menghabiskan, tetapi juga harus menghasilkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui NTT Mart siswa dapat belajar manajemen ritel, pemasaran digital, pelayanan pelanggan hingga pengelolaan keuangan.
Menariknya, pembangunan gedung NTT Mart di SMKN 2 Kupang juga menjadi bagian dari praktik kejuruan siswa. Mulai dari pengukuran bangunan, konstruksi, pengelasan, hingga instalasi listrik dikerjakan langsung oleh para siswa sesuai bidang keahlian mereka.
Produk yang dipasarkan di NTT Mart berasal dari karya siswa SMK se-Kota Kupang, mulai dari produk kuliner, kerajinan hingga berbagai inovasi kreatif lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, para kepala SMK se-Kota Kupang, dan siswa dari beberapa sekolah di Kota Kupang. ***
