
NTT-News.com, Kupang – Kebutuhan akan air bersih di wilayah Kota Kupang masih menjadi problem besar hingga saat ini. Persoalan air bersih belum bisa diselesaikan oleh pemerintah di bawah kendali Wali Kota Kupang Jonas Salean.
Untuk menjawab akan kebutuhan mendasar masyarakat Kota Kupang terkait masalah air bersih, bakal calon Walikota Kupang Jefri Riwu Kore (Jeriko) langsung menemui Bupati Kupang Ayub Titu Eki untuk membahas strategi untuk saling mengisi dalam pemenuhan kebutuhan Air bersih dalam di kota Kupang.
Jeriko menyadari kebutuhan air bersih di Kota Kupang saat ini masih bergantung dari pemerintah Kabupaten Kupang. Pasalnya hampir seluruh warga Kota Kupang merupakan pelanggan PDAM Kabupaten Kupang. Untuk itu Jeriko dengan kerendahan hati mulai membangun komitmen bersama Bupati Kupang Ayub Titu Eki untuk mengatasi masalah air.
Bupati Kupang Ayub Titu Eki saat melakukan pertemuan bersama Jeriko, Kamis (22/09) malam di rumah jabatan Bupati Kupang mengatakan, dirinya yakin dan percaya kebutuhan air bersih di Kota Kupang dapat terselesaikan apabila Walikota tidak ego.
Dengan kehadiran Jeriko dalam pemerintahan Kota Kupang nantinya, bila mana masyarakat menginginkan Jeriko menjadi Walikota maka komitmen yang dibangun dirinya bersama Jeriko akan air bersih bisa terpenuhui.
Menurut Titu Eki, dirinya perlu jujur bahwa sampai saat ini kebutuhan air bersih di Kota Kupang datangnya dari Kabupaten Kupang. “Kebutuhan air bersih di Kota Kupang ini sangat besar, sampai saat ini masyarakat sebagian besar keluhkan air bersih, itu karena apa, karena pemimpinya ego,” katanya Titu Eki seperti ditirukan Jeriko.
Sementara itu Jeriko mengatakan, komitmen yang telah dibangun bersama Bupati Kupang untuk mengatasi masalah air bersih akan terlaksanakan sebab kebutuhan air bersih oleh masyarakat Kota Kupang sangat besar.
“Kita kemana-mana masyarakat selalu mengeluh soal air bersih, sehingga kita perlu membangun komitmen bersama pemerintah Kabupaten Kupang yang saat ini menyuplai banyak air bersih kepada warga Kota kupang,” katanya.
Dikatakannya bahwa, komitmen yang telah dibangun pada prinsipnya bersama bupati Kupang, masing-masing saling menguntungkan Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. “Masyarakat kota puas, masyarakat kabupaten dan pemerintahnya juga puas, pasti tidak akan jadi masalah,” ujar Jeriko. (rey)


