
NTT-NEWS.COM, Tambolaka – Selama dua tahun berturut-turut, ratio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di Bank NTT Cabang Weetebula nyaris tidak ada sehingga kolektibilitas kredit tergolong baik. Demikian hal itu disampaikan disampaikan Kepala Bank NTT Cabang Weetebula, Matius Mangi melalui Analis kredit, Gilbert Kapitan.
Menurutnya, lantaran tak ada kredit yang bermasalah di Weetebula maka, NPL-nya masih nol koma sekian persen. bahkan untuk beberapa bulan terakhir ini NPL Bank NTT Cabang Weetebula menduduki posisi Nol persen. Posisi ini bukanlah hal yang gampang dicapai namun dengan gaya pendekatan yang berbeda maka kredit tidak ada yang macet.
“NPL nya nol persen karena untuk kategori mikro belum ada yang masuk dalam kategori kredit macet dan parah. Memang pola pendekatan kami disini, selalu kontrol setiap saat. Jadi komunikasi yang dibangun juga bukan komunikasi laba rugi, tapi komunikasi yang lebih pada hubungan kekeluargaan saja antara nasabah dengan bank,” kata Gilbert, Selasa (1/12).
Pendektan itu, lanjutnya dipercaya bahwa akan ada saling percaya antara nasabah atau kreditur dengan bank. “Itu artinya, kalau mereka bisa mengembalikan dengan baik maka kami juga bisa menyalurkan kredit secara berkelanjutan, dan dengan sendirinya proses pembangunan akan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Dia menyebutkan bahwa plafon minimal kredit mikro yang sudah disalurkan adalah Rp 1 juta sampai Rp 50 juta dengan jangka waktu pengembalian 3 tahun. Namun sejauh ini belum ada yang mengambil plafon kredit minimal. Sampai saat ini paling rendah plafon kredit yang di manfaatkan masyarakat adalah di atas 10 juta. “Belum ada yang dibawah 10juta,” ujar Gilbert. (rey)






