KUPANG, NTT-NEWS.COM – Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026.
Hal itu tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank NTT yang mencapai 39,56 persen hingga Juni 2026. Secara nominal, dana masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp8,21 triliun.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu catatan positif dalam kinerja Bank NTT karena berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) industri perbankan nasional.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DPK industri perbankan nasional hingga periode yang sama berada di angka Rp10.282 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 10,21 persen.
Performa Bank NTT tersebut menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan bank daerah dalam mengelola dan menghimpun dana masyarakat.
Tabungan Jadi Salah Satu Penopang
Kinerja penghimpunan dana Bank NTT turut ditopang oleh pertumbuhan pada sektor tabungan.
Hingga Juni 2026, dana tabungan tercatat meningkat 11,40 persen menjadi sekitar Rp4,15 triliun.
Namun, pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara merata pada seluruh komponen DPK. Penempatan dana dalam bentuk giro justru mengalami penurunan sebesar 22,35 persen, menjadi sekitar Rp2,73 triliun.
Meski terdapat penurunan pada giro, secara keseluruhan kemampuan Bank NTT menghimpun dana masyarakat tetap menunjukkan perkembangan yang kuat.
Risiko Kredit Tetap Terkendali
Pertumbuhan penghimpunan dana juga berjalan bersamaan dengan kondisi kualitas kredit yang masih terjaga.
Bank NTT mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 3,49 persen, sementara NPL Net turun menjadi 0,73 persen.
Angka tersebut masih berada di bawah batas aman regulator sebesar 5 persen, sehingga profil risiko kredit Bank NTT masih tergolong terkendali.
Dari sisi aset, Bank NTT juga mencatat pertumbuhan positif. Total aset hingga Juni 2026 meningkat 7,30 persen menjadi sekitar Rp18,85 triliun.
Sementara itu, modal inti tercatat turun 4,86 persen menjadi Rp2,42 triliun. Meski demikian, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) masih berada pada level kuat, yakni 25,97 persen.
Posisi CAR tersebut menunjukkan kapasitas permodalan Bank NTT masih memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menyerap risiko yang mungkin muncul.
Likuiditas Bank NTT Tetap Terjaga
Dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank NTT tercatat sebesar 91,69 persen.
Rasio tersebut masih berada dalam kisaran ideal 78–92 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya keseimbangan antara dana yang berhasil dihimpun dengan penyaluran kredit kepada masyarakat.
Pertumbuhan DPK yang mencapai 39,56 persen sekaligus menjadi sinyal bahwa Bank NTT masih memiliki ruang untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan.
Dengan pertumbuhan dana masyarakat, aset, serta kondisi risiko kredit yang tetap terkendali, Bank NTT memiliki modal penting untuk terus memperluas pembiayaan dan memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Kinerja semester pertama 2026 ini menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTT terus mengalami penguatan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. ***
