Atambua, NTT- News. Com – Deker yang menjadi satu-satunya akses transportasi yang menghubungkan Dusun Bauatok–Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, kembali putus total sejak Senin kemarin (20/04/2026).
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, sejumlah pengguna jalan yang adalah warga belu mulai dari pedagang, para pendidik, dan pelajar terpaksa memutar arah karena ruas jalan tersebut tak lagi bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Ambruknya deker tersebut merupakan kejadian berulang setelah sebelumnya mengalami longsor pada 17 Oktober 2025 lalu dan sempat diperbaiki secara darurat oleh Dinas PUPR Kabupaten Belu.
Salah satu Pelintas jalan yang identitasnya tidak mau dikorankan mengatakan bahwa ambruknya deker membuat aktivitas transportasi terputus.
” Deker yag pernah diperbaiki secara darurat oleh dinas PUPR kabupaten belu sekarang rusak lagi, kami yang melintasi melalui jalan ini merasa terganggu, karena tidak ada jalan alternatif lain selain melalui jalan pintas yang berlumpur akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten belu dan sekitar belakangan ini” Katanya.
Ambruknya deker penghubung sangat berdampak pada mobilitas warga, lanjutnya, kerusakan deker juga mengganggu aktivitas pendidikan.
” Para pelajar dan pendidik SMP dan SMA IL Kapten Fatuba’a harus melewati jalan pintas alternatif yang berlumpur ketika hendak ke sekolah, ambruknya deker membuat akses transportasi lumpuh total dan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan.” Jelasnya lagi.
Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera melakukan penanganan permanen terhadap infrastruktur tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang.***
