
Malaka, NTT- News. Com – Kantor Cabang Seon Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Keuskupan Atambua menggelar Lokakarya Pra Rapat Anggota Tahunan (Pra RAT) tahun buku 2025.
Kegiatan tersebut mengusung tema ”Komunitas Teritori: Inovasi Pemberdayaan untuk Peningkatan Kualitas Hidup Anggota”.yang bertempat di Aula Paroki Kristus Raja Seon, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan diawali dengan doa bersama, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne CUKS dan pendarasan visi dan misi CUKS.
Pada sesi sambutan, Anggota Badan Pengurus, Marsel Bere Nahak, S. Ag., M. Pd., membacakan Sambutan Ketua Badan Pengurus CUKS, Romo Zeferinus Afat, Pr. Dalam sambutan tersebut, Ketua Badan Pengurus mengingatkan sekaligus menegaskan bahwa Pra RAT adalah ruang demokrasi untuk semua anggota CUKS terlibat secara nyata dan aktif dalam membangun Lembaga CUKS. Pra RAT menjadi wadah untuk menampung berbagai aspirasi, kritikan dan masukan yang positif untuk peningkatan pelayanan anggota dan keberlanjutan kehidupan CUKS di masa depan.
Sekretaris Kecamatan Malaka Timur, Bernadus Nahak mengapresiasi kehadiran dan pelayanan CUKS di wilayah Kecamatan Malaka Timur. Ia mengatakan bahwa pemerintah selalu mendukung lembaga-lembaga keuangan yang bertujuan untuk membangun dan memberdayakan ekonomi masyarakat.
Ia mengajak anggota yang hadir untuk mengajak masyarakat lain yang belum sempat bergabung untuk menjadi anggota CUKS. Usai memberi sambutan, atas nama pemerintah secara resmi Bernadus membuka kegiatan Pra RAT CUKS.
Terpantau media ini, kegiatan tersebut menghadirkan dua Narasumber yaitu Anggota Badan Pengurus , Marsel Bere Nahak, S. Ag. M. MPd. dan Romo Tedy Thaal, Pr selaku Ketua Dewan Pengawas CUKS Keuskupan Atambua.
Dalam pemaparan materi, Marsel Bere Nahak, S. Ag. M. MPd, menguraikan bahwa tema yang diambil bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada anggota, khususnya yang jauh dari kantor cabang.
“Konsultasi atau untuk menyimpan bisa dilakukan di komunitas teritori, tinggal bertemu dan diterima oleh aktivis di komunitas teritori. Atau untuk urusan pinjaman, syarat dan konsultasi bisa di atur di komunitas teritori, anggota hanya ke kantor cabang untuk mencairkan pinjaman. Dengan demikian, biaya transportasi bisa dihemat”, tandasnya.
Usai memberikan materi Marsel pun membacakan laporan pertanggung jawaban kegiatan CUKS selama tahun buku 2025. Dengan berbagai pencapaian dan penghargaan yang di raih, ia mengingatkan supaya menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus mencintai CUKS.
Ia pun mengakui ada keterbatasan dan kekurangan selama tahun 2025. Karena itu ia mengharapkan agar para anggota memberikan masukan atau catatan untuk perbaikan pelayanan CUKS di waktu mendatang.
Hal senada juga disampaiakn oleh Romo Tedy Thaal, Pr, dalam pemaparan materinya membacakan rangkuman hasil evaluasi selama tim pengawas mengunjungi kantor-kantor cabang selama tahun buku 2025.
Salah satu hasil evaluasi adalah tentang masih tingginya Kredit Lalai dari anggota CUKS. Karena itu, ia mengingatkan untuk menggunakan momen Diklat Financial Literacy yang diprogramkan kantor cabang supaya pemahaman tentang literasi keuangan semakin meningkat.
“Kalau mau meminjam, perhatikan kekuatan aset yang dimiliki dan kemampuan untuk membayar, supaya tidak terjebak dalam perhitungan yang salah yang mendatangkan beban bagi diri sendiri. Kalau mau meminjam, supaya untuk tujuan produktif”, tuturnya.
Pada kesempatan ini, ia pun mengingatkan para peserta untuk tidak tergoda dengan tawaran-tawaran dari orang atau lembaga yang kelihatan memberi kemudahan tetapi justru akhirnya mendatangkan beban bagi diri dan terutama masalah di dalam rumah tangga.
Sesi Pemaparan materi yang dimoderasi oleh Odniel Taek kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif. Para anggota terlibat aktif dengan mengajukan berbagai pertanyaan, memberi kritikan dan masukan. Ada juga berbagai sharing pengalaman positif dari para pastor yang hadir dan anggota lainnya. Dalam diskusi, para peserta dibagi ke dalam enam kelompok untuk mendalami enam pertanyaan yang telah disiapkan dan dilanjutkan dengan pembacaan hasil diskusi. Dari hasil diskusi ini, dirumuskan beberapa poin mengenai komitmen anggota yaitu melakukan promosi tentang manfaat CUKS kepada anggota lain dan bagi yang belum menjadi anggota, wajib mengajak anggota untuk menabung dan meminjam serta mengajak sesama anggota untuk mendownload dan menggunakan Aplikasi ECT Supperap.
Adapun beberapa usulan anggota sebagai bahan pertimbangan bagi pengurus yaitu mengadakan sosialisasi terjadwal dan rutin dari CUKS, penambahan aktivis di wilayah teritori yang belum memiliki aktivis dan melibatkan lembaga survey untuk menentukan produk simpanan dan pinjaman yang paling bermanfaat bagi anggota karena produk simpanan dan pinjaman di CUKS terlalu banyak.
Sebelum menutup Pra RAT CUKS, Kantor Cabang Seon, Marsel Bere Nahak, S. Ag., M. MPd., mengucapkan terima kasih untuk para peserta yang hadir dalam kegiatan Pra RAT sebagai bagian dari satu keluarga untuk mengembangkan CUKS yang sehat, transparan dan berdampak pada anggota.
Menurutnya walaupun keadaan ekonomi secara nasional terganggu yang berdampak sampai pada lembaga keuangan swasta namun karena kedisiplinan para anggota, CUKS tetap berdiri tegak. Ia mengharapkan agar segala keputusan hari ini menjadi fondasi kebijakan di tahun yang akan datang dan usulan-usulan dalam diskusi supaya dikawal sampai pada kegiatan RAT CUKS Keuskupan Atambua yang akan digelar pada tanggal 5-6 Maret mendatang di Kantor Pusat CUKS.
Kegiatan Pra RAT CUKS ini diselingi dengan acara door prize. Menambah semangat dan antusiasme peserta. Jumlah peserta dalam kegiatan Pra RAT CUKS, kantor Cabang Seon sebanyak 150 orang, jumlah komite sebanyak 2 orang, jumlah aktivis sebanyak 7 orang. Noricco Asa Tuan, selaku Manager CUKS Kantor Cabang Seon, setia mendampingi hingga kegiatan berakhir nanti.***
