
Kefamenanu, NTT- News. Com– Seorang Pria dengan inisial AR warga kota Kefamenanu, Kabupaten TTU secara resmi melaporkan dugaan tindakan penipuan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD TTU ketua DPC Gerindra berinisial KH, ke Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU).
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/57/I/2026/SPKT/POLRES TIMOR TENGAH UTARA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR tanggal 26 Januari 2026.
Laporan Polisi tersebut secara resmi dilayangkan AR, lantaran pihak terlapor KH dinilai tidak memenuhi kewajibannya untuk melunasi upah pembayaran Desain dan Jasa RAB sebesar 6% dan Pembayaran pengawasan pembangunan 6% dari total nilai konstruksi yang dikerjakan di daerah Maubesi, Insana Tengah.
Pelapor mengaku sebelum keduanya merupakan mitra yang membangun kerjasama untuk desain bangun dapur makan bergizi gratis (MBG) yang rencananya akan membangun sebanyak 11 titik dapur MBG di TTU dan dirinya diminta untuk mendesain sekaligus menjadi pengawas. Namun KH hingga saat ini tidak menyelesaikan kewajibannya untuk membayar tagihan senilai Rp. 61 juta
“saya sebagai perencana beliau bilang, desain nanti kita bayar. total di penagihan itu Rp. 61.860.000 itu tagihan yang saya kirim ke beliau per tanggal, 15 oktober 2025 . Rp. 61.860.000 juta itu di dapat dari standar perencanaan sesuai tabel Ikatan Arsitek Indonesia. Rp. 61.860.000 juta di ambil dari 6% total RAB pembangunan dapur maubesi yang saya dan teman-teman kerjakan, itu sudah termasuk perencanaan dan pengawasan” jelas AR.
Sementara itu, KH yang adalah ketua Partai Gerindra TTU dan anggota DPRD TTU saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya tidak pernah menjanjikan untuk membayar uang sebesar Rp. 60 Juta dan tidak memiliki urusan dengan AR.
“Saya kaget ada laporan dengan tuduhan penipuan, saya tidak pernah menjanjikan dan tidak ada kesepakatan untuk pembayaran tersebut” ucap KH
Namun pihak AR secara tegas mengatakan, akan terus melanjutkan proses hukum sebab dirinya memiliki bukti yang dapat memperkuat laporannya, seperti kwitansi pembayaran tukang, kwitansi belanja dan masih ada beberapa bukti lainnya.
” Dari beliau saja saya sudah chat jelas saya hanya mau ketemu untuk bahas semua saya punya pengeluaran. Tidak ada sangkut paut dengan pak Nikan Bukti semua ada jadi kami maju terus” tutup AR.***
