
Kefamenanu, NTT- News. Com – Kasus dugaan aksi pengeroyokkan yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) seragam putih yang bertugas di puskesmas sasi, Kefamenanu, NTT akhirnya angkat bicara.
ASN yang dikenal sebagai Marianus Taus kepada media ini selasa (13/01/2026) dalam sambungan telepon seluler dengan redaksi Hits IDN mengakui bahwa dirinya bersama rekan- rekan sekeluarga sedang miras tetapi dirinya tidak terlibat dalam pengeroyokan yang diberitakan sebelumnya.
” Memang saat itu kita lagi mengonsumsi minuman keras, tetapi soal pengeroyokan terhadap saudara Yeremias Sanak seperti yang dilaporkan dan diberitakan media sebelumnya saya tidak terlibat, itu tidak benar” Katanya.
Ia juga menerangkan bahwa peristiwa pengeroyokkan yang terjadi saat itu dirinya dengan bhabinkamtibmas justru berada dilokasi itu untuk melerai.
“Tidak ada penyerangan terhadap pak bhabinkamtibmas, justru saya membantu untuk melerai, tidak ada juga makian yang dilontarkan dari mulut kami” Terangnya.
Ketika ditanyai soal laporan korban di polres TTU, Uus Taus mengatakan bahwa sebagai warga negara dirinya siap mengikuti proses hukum, jika semua yang disampaikan korban benar dan menyeret namanya dalam aksi yang tidak terpuji.
“Sebagai warga negara yang baik kita siap ikuti proses hukum yang berlaku, jika memang yang dilaporkan benar adanya, tetapi perlu saya sampaikan semua yang disampaikan korban tidak semuanya benar, saya mau sampaikan bahwa saya tidak terlibat dalam pengeroyokkan yang bersangkutan”Pungkasnya.
Diberitakan media ini sebelumnya, Marianus Taus, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas sasi, Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, menjadi pelaku pengeroyokan terhadap Yeremias Sanak. Pada senin kemarin (12/01/2026)
Pelaku Marianus Taus bersama rekannya Lexi Taus, diduga mengeroyok Yeremias Sanak lantaran dalam pengaruh mengonsumsi minuman beralkohol dirumahnya. Pelaku diduga kesal lantaran panggilannya terhadap Yeremias tak digubris, Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya mengonsumsi alkohol namun bukan Yeremias Sanak yang memberikan uang.
Mendengar pernyataan tersebut, Yeremias membalas dengan mangatakan bahwa kalianlah yang mengonsumsi lantas mengapa saya yang harus memberikan uang. Mendengar jawaban itu Marianus Taus yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di Puskesmas Sasi, lalu mengeroyok korban bersama rekannya.
” kamu yang minum masa saya yang harus kasi uang” ucapnya
Pelaku yang dikeroyok secara bergantian, dicekik hingga dibanting ke tanah, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas namun para pelaku juga turut menyerang Bhabinkamtibmas dengan disertai makian.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres TTU namun belum ada tindak lanjut dari pihak Polres TTU, untuk mengamankan para pelaku yang salah satunya adalah preman berseragam PNS di TTU.
Diketahui, Kasus penganiayaan tersebut, secara resmi dilaporkan korban ke Polres TTU dengan nomor: LP/B/I/2026/SPKT/POLRES TIMOR TENGAH UTARA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.***
